Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisiku


Untuk Tunas Pemuda
(CP)

Ditengah dentingan suara jarum detik jam,
Kurasakan suara lantang seorang wanita,
Mengalun seiring pijakan kiri pasukan wibawa,
Sorot matanya bagai busur dalam panah
Menentang terik sang raja siang,
Kulihat derap langkah nan berirama,
Para wanita berparas garang menggema dalam hentakan jiwa juara
Tak mereka pedulikan betapa peluh keringat membekas dalam muka,
Betapa dahaga menghiasi kerasnya suara,
Yang mereka tahu bahwa mereka telah lama berperang dengan sang surya,
Ketika sepenggal wajah letih mencuri setitik semangat mereka,
Datanglah segelas air yang siap mengaliri kerongkongan nan gersang,
Mengibas rasa berat untuk kembali berdiri,
Mengembalikan RASA meraih ASA,

Believe


Believe

Siang itu mengantarkanku pada kebimbangan,
Sebuah keputusan yang tak kuduga sebelumnya,
Dalam ruang yang penuh dengan orang-orang penting,
Dalam ruang yang penuh dengan orang-orang bijak,
Terpanggilah namaku untuk menjadi regenerasi dari mereka,
Kaget, syok, tak menduga,,
Itu yang aku rasa ketika mendengar namaku di sebut,
Terasa berat melangkahkan kaki kedepan,
Serasa kosong tak ada tujuan,

Puisi


Jejak Nusantara
(CP)

Dari ujung barat hingga ujung timur
Dari pelosok suku hingga cakrawala kota
Terbentang hijaunya alam nusantara,
Berjajarlah laut dengan mutiara berharga,
Terbang bebas para pasukan bernyawa
Membuat sesimpul senyum setiap kasat mata,
          Namun masih terasakah itu semua ?
          Sejak adanya sajak-sajak tangan tak berdosa
          Para pengoyak negara,
          Menerjang kedamaian dan keindahan
          Dulu rindang sekarang gersang
          Dulu menjulang sekarang di tebang,,
          Asap mengepul limbah terkumpul
          Satu persatu mulai terkikis,
          Tergiur oleh suapan mistis